BERITA TERKINI
Terminal Minyak Karimun Masuk Sanksi Uni Eropa, Rusia Tegaskan Tetap Siap Pasok Minyak dan Gas ke Indonesia

Terminal Minyak Karimun Masuk Sanksi Uni Eropa, Rusia Tegaskan Tetap Siap Pasok Minyak dan Gas ke Indonesia

Uni Eropa pada 23 April mengumumkan paket sanksi baru terhadap Rusia yang mencakup 36 entitas baru di sektor energi, mulai dari kegiatan hulu hingga hilir seperti eksplorasi minyak, ekstraksi, penyulingan, dan transportasi.

Dalam daftar tersebut, dua pelabuhan Rusia—di Kota Murmansk dan Tuapse—serta Terminal Minyak Karimun di Indonesia turut masuk. Uni Eropa memasukkan ketiganya karena dinilai terkait dengan penghindaran sanksi.

Menanggapi perkembangan itu, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov menegaskan Rusia tetap menjadi mitra yang siap memasok minyak dan gas kepada negara mitra, termasuk Indonesia, sesuai perjanjian yang telah disepakati, meski menghadapi sanksi Uni Eropa.

Pernyataan tersebut disampaikan Tolchenov usai pemutaran film “Russia’s History in Space” di Jakarta, Senin malam, saat ia menjawab pertanyaan mengenai ekspor minyak Rusia ke Indonesia dan sanksi terbaru Uni Eropa.

“Kami siap memasok minyak dan gas kepada teman-teman kami, dan Indonesia adalah salah satu teman dan mitra strategis kami. Jadi, kami mengikuti perjanjian-perjanjian ini,” kata Tolchenov.

Ia juga menyebut bahwa dalam diskusi Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dengan mitra di Moskow, telah dicapai sejumlah kesepakatan. Menurut Tolchenov, tahap berikutnya adalah melihat cara mengimplementasikan kesepakatan-kesepakatan tersebut.

Terkait sanksi Uni Eropa, Tolchenov menyatakan Rusia tidak melihatnya sebagai masalah dan menambahkan bahwa Rusia tetap dalam kondisi baik meski telah menghadapi sanksi dari Uni Eropa selama lebih dari 10 tahun. Ia juga menyebut sanksi Uni Eropa sebagai ilegal, seraya menyatakan bahwa hanya Dewan Keamanan PBB yang dapat menerapkan sanksi terhadap negara berdaulat.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan prioritas Pemerintah Indonesia adalah memastikan keamanan energi masyarakat dengan bekerja sama dengan berbagai mitra, termasuk Amerika Serikat dan Rusia.