BERITA TERKINI
Rusia Siap Pasok Minyak Mentah untuk Indonesia, Pemerintah Jajaki Kerja Sama Energi

Rusia Siap Pasok Minyak Mentah untuk Indonesia, Pemerintah Jajaki Kerja Sama Energi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto hasil diplomasi energi yang ia lakukan di Moskow. Laporan itu disampaikan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (16/4), setelah Bahlil bertemu Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev pada Selasa (14/4).

Pertemuan tersebut disebut sebagai tindak lanjut dari pembicaraan tingkat tinggi antara Presiden Prabowo dan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin. Dalam kesempatan itu, Bahlil menyampaikan bahwa Rusia menyatakan kesiapan untuk memasok minyak mentah guna mendukung ketahanan energi Indonesia.

“Alhamdulillah cukup menggembirakan bahwa kita akan mendapat pasokan crude (minyak mentah) dari Rusia,” kata Bahlil.

Di tengah dinamika global yang berdampak pada pasokan minyak dunia, pemerintah, menurut Bahlil, terus mencari sumber pasokan dari berbagai negara. Ia menyebut Indonesia membutuhkan impor minyak hingga 1 juta barel per hari.

Bahlil mengatakan, atas arahan Presiden Prabowo, ia berupaya mengamankan pasokan minyak mentah untuk kebutuhan dalam negeri hingga akhir tahun. “Bapak Presiden selalu berpikir untuk bagaimana caranya agar ketersediaan kita satu tahun itu harus tetap ada. Saya menindaklanjuti untuk crude satu tahun dari mulai bulan ini sampai dengan bulan Desember, Insyaallah sudah aman. Jadi kita enggak perlu risau, tinggal kita meningkatkan produksi dari kilang kita,” ujarnya.

Ia menegaskan kepentingan nasional tetap menjadi prioritas, termasuk dalam aspek harga minyak impor. Pemerintah, kata Bahlil, akan mencari harga terbaik dan berupaya agar tidak melebihi harga pasar. “Yang jelas kita akan mencoba untuk tidak boleh lebih dari harga pasar. Harga di bawah pasar itu jauh lebih baik, tapi minimal sama dengan harga pasar,” tegasnya.

Selain pasokan minyak mentah, Bahlil juga membahas peluang kerja sama pembangunan infrastruktur energi dengan Rusia. Ia menyebut pihak Rusia menyatakan kesiapan untuk membangun sejumlah infrastruktur yang dinilai penting guna meningkatkan cadangan serta ketahanan energi nasional.

Dalam pertemuan itu, Bahlil turut menjajaki kemungkinan pasokan LPG. Namun, ia mengatakan pembahasan LPG masih memerlukan beberapa tahap komunikasi lanjutan. “Insyaallah kita juga akan mendapat support, tetapi yang ini masih butuh perjuangan, masih butuh komunikasi dua atau tiga tahap (dengan Rusia). Tapi kalau crude-nya saya pikir sudah hampir final,” ujarnya.