Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan konflik di Ukraina mulai mendekati babak akhir. Pernyataan itu disampaikan pada Sabtu, 9 Mei 2026, beberapa jam setelah ia memberikan pidato dalam peringatan Hari Kemenangan (Victory Day) di Moskow yang tahun ini digelar lebih sederhana dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Saya berpendapat bahwa masalah ini sedang menuju akhir," kata Putin kepada wartawan saat dimintai komentar mengenai situasi di Ukraina.
Selain memberi sinyal kemungkinan meredanya pertempuran, Putin juga menyatakan kesediaan Rusia untuk merundingkan tatanan keamanan baru di Eropa. Dalam konteks dialog tersebut, ia menyebut mantan Kanselir Jerman Gerhard Schroeder sebagai mitra dialog yang dipilihnya.
Pernyataan Putin muncul di tengah ketegangan Rusia dengan negara-negara Barat yang disebut sebagai krisis hubungan paling serius sejak Krisis Rudal Kuba pada 1962. Kremlin sebelumnya juga menyatakan bahwa pembicaraan damai yang dimediasi pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat mengalami penundaan.
Selama ini, Moskow menegaskan akan melanjutkan apa yang mereka sebut sebagai “operasi militer khusus” hingga seluruh target tercapai.
Dari Washington, Presiden Donald Trump mengumumkan gencatan senjata sementara yang berlaku mulai Sabtu hingga Senin. Menurut laporan, langkah itu mendapat dukungan dari Kremlin maupun Kyiv. Sebagai bagian dari kesepakatan, Rusia dan Ukraina juga sepakat melakukan pertukaran 1.000 tawanan perang.
"Saya ingin ini segera berhenti. Perang Rusia-Ukraina adalah hal terburuk sejak Perang Dunia Kedua dalam hal korban jiwa. Sebanyak 25.000 tentara muda gugur setiap bulan. Ini gila," kata Trump kepada wartawan.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai pelanggaran gencatan senjata dari kedua pihak.
Peringatan Hari Kemenangan di Lapangan Merah tahun ini turut menjadi sorotan karena berbeda dari biasanya. Tidak terlihat deretan rudal balistik antarbenua atau tank melintasi jalanan. Sebagai gantinya, otoritas Rusia menampilkan rekaman video peralatan militer yang sedang beroperasi melalui layar raksasa di seberang tembok Kremlin.
Konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun dilaporkan berdampak besar bagi kedua negara. Ratusan ribu orang disebut gugur, sebagian wilayah Ukraina hancur, dan ekonomi Rusia—yang bernilai sekitar 3 triliun dolar AS—terus terbebani.
Saat ini, Rusia menguasai kurang dari seperlima wilayah Ukraina, dengan pergerakan garis depan yang dilaporkan melambat dalam setahun terakhir.
Dalam perkembangan terkait diplomasi, Presiden Dewan Eropa Antonio Costa pekan lalu sempat menyampaikan adanya potensi Uni Eropa untuk berdialog dengan Rusia mengenai arsitektur keamanan Eropa. Menanggapi kemungkinan keterlibatan Eropa, Putin secara khusus menyebut Gerhard Schroeder sebagai sosok yang lebih ia pilih untuk diajak berkomunikasi.
Di sisi lain, para pemimpin Eropa umumnya mempertahankan posisi bahwa Rusia tidak boleh memenangkan perang di Ukraina dan menyatakan kekhawatiran terhadap stabilitas anggota NATO ke depan. Putin menilai negara-negara Eropa sebagai pihak yang memperpanjang konflik melalui dukungan bantuan senjata dan intelijen dalam jumlah besar kepada Ukraina.