Ketegangan di Timur Tengah terus memicu kekhawatiran dunia seiring meningkatnya eskalasi konflik di kawasan tersebut. Di tengah situasi itu, Presiden Indonesia Prabowo Subianto melakukan komunikasi diplomatik dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS).
Menurut pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, Prabowo melakukan panggilan telepon dengan MBS pada Rabu. Dalam percakapan itu, kedua pemimpin membahas perkembangan terbaru terkait konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah, dengan situasi keamanan kawasan menjadi fokus utama.
Indonesia dan Arab Saudi menilai konflik yang berlanjut berpotensi menimbulkan dampak serius, tidak hanya bagi Timur Tengah, tetapi juga terhadap stabilitas global. Kekhawatiran turut muncul bahwa perang yang terus berlangsung dapat memicu ketegangan geopolitik yang lebih luas.
Dalam pembicaraan tersebut, Prabowo menekankan pentingnya menghentikan aksi militer yang sedang terjadi. Ia memperingatkan bahwa eskalasi konflik hanya akan memperburuk situasi keamanan dan stabilitas kawasan. Karena itu, Indonesia mendorong semua pihak untuk segera mengambil langkah meredakan ketegangan.
Komunikasi antara Prabowo dan Mohammed bin Salman ini mencerminkan upaya diplomasi Indonesia dalam merespons krisis internasional. Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, disebut memiliki kepentingan besar terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.
Melalui pembicaraan tersebut, Prabowo menyampaikan harapan agar ketegangan yang meningkat dapat segera mereda.

