Penasihat kebijakan luar negeri pemimpin tertinggi Iran, Kamal Kharazi, menyatakan Iran telah menghentikan jalur diplomasi dengan Amerika Serikat (AS). Menurut Kharazi, tidak ada lagi ruang untuk perundingan setelah Presiden AS Donald Trump dituding ingkar janji dalam dua putaran negosiasi.
Pernyataan itu disampaikan Kharazi dalam wawancara dengan CNN di kantor pemimpin tertinggi Iran pada Senin malam (9/3/2026) waktu setempat. Ia menuduh, ketika proses negosiasi masih berlangsung, serangan justru dilancarkan terhadap Iran.
“Saya tidak melihat ruang untuk diplomasi lagi, karena Donald Trump telah menipu pihak lain dan tidak menepati janjinya, dan kami mengalami hal itu dalam dua putaran perundingan; saat kami sedang terlibat bernegosiasi, mereka justru menyerang kami,” kata Kharazi.
Kharazi juga menyatakan diplomasi bukan lagi pilihan dan menegaskan kesiapan Iran menghadapi perang berkepanjangan dengan AS. Ia menambahkan, Iran akan terus menekan negara-negara Arab Teluk melalui serangan dengan tujuan mendorong Donald Trump mundur dari konflik, sehingga menghentikan agresi Amerika dan Israel.
Ia menyebut perang telah menimbulkan tekanan, termasuk tekanan ekonomi, terhadap pihak lain, seperti inflasi dan kekurangan energi. Kharazi mengatakan, bila situasi berlanjut, tekanan tersebut akan semakin meningkat dan membuat pihak lain tidak memiliki pilihan selain turun tangan.
Lebih lanjut, Kharazi menekankan bahwa militer dan kepemimpinan Iran tetap solid dan bersatu. Ia juga menegaskan bahwa tanggung jawab pemimpin Republik Islam Iran adalah memimpin kemampuan pertahanan negara, dan sebagaimana yang dilakukan Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin baru juga akan melanjutkan peran tersebut.

