Pemerintah Kabupaten Situbondo menerima kunjungan delegasi Brunei Darussalam–Indonesia Friendship Association (BRUDIFA) pada 6–8 Februari. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Situbondo membuka peluang kerja sama perdagangan internasional dan memperluas akses pasar di kawasan Asia Tenggara.
Rombongan yang datang terdiri dari sekitar 30 pengusaha dari Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura, serta perwakilan Pemerintah Kesultanan Brunei. Mereka meninjau langsung potensi produk unggulan daerah sekaligus peluang investasi di Situbondo.
Penyambutan delegasi ditandai dengan Welcoming Gala Dinner di Pendopo Pate Alos Besuki pada Sabtu (7/2) malam. Dalam kesempatan itu, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyampaikan bahwa Situbondo ingin memposisikan diri sebagai mitra yang terbuka untuk kerja sama.
“Pendopo Pate Alos kami buka sebagai rumah dialog. Kami ingin mempertemukan niat baik, kepercayaan, dan kerja sama yang saling menguntungkan. Situbondo menyambut saudara dari Brunei dan ASEAN dengan hati terbuka,” ujar Yusuf Rio Wahyu Prayogo.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, pelaku UMKM Situbondo berdialog langsung dengan pelaku usaha internasional. Sejumlah produk ditampilkan, mulai dari komoditas daging sapi, domba, kopi, hingga hasil olahan ikan. Pemkab juga memamerkan kerajinan serta produk kuliner seperti abon, rengginang, sambal, dan aneka kue kering yang disebut telah terstandarisasi ekspor.
Selain melihat potensi produk, delegasi BRUDIFA turut menjajaki peluang investasi di sektor perikanan, kelautan, perkebunan, dan pariwisata. Mereka mengunjungi Sampean Green Farm (SGF) untuk melihat perkebunan alpukat dan melon, pusat olahan abon Dapur Sehati, serta Taman Nasional Baluran.
Perwakilan BRUDIFA, Haji Muhammad Hafiy bin Abdullah, menyatakan kesan positif terhadap kesiapan Situbondo. “Kami merasakan langsung hasilnya. Pagi tadi kami memetik alpukat langsung dari kebunnya. Ini berawal dari ajakan Bupati untuk singgah, dan kami melihat potensi nyata di sini,” katanya.
Pemkab Situbondo berharap kunjungan tersebut tidak berhenti pada agenda seremonial, melainkan berlanjut pada transaksi konkret yang dapat meningkatkan volume ekspor Situbondo ke pasar regional ASEAN.

