Pakar Timur Tengah Dina Sulaeman menilai Presiden Amerika Serikat Donald Trump kini berada di bawah tekanan global untuk menghentikan perang. Menurutnya, tekanan tersebut datang dari negara-negara Arab, Rusia, China, hingga sejumlah negara Eropa.
Dina berpendapat, semakin lama konflik berlangsung, dampak ekonomi global berpotensi semakin besar. Salah satu pemicu yang ia soroti adalah terganggunya jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Ia menyebut hambatan di Selat Hormuz dapat memicu kerugian besar bagi banyak negara karena jalur tersebut merupakan lintasan penting dalam distribusi minyak dunia. Jika perang terus berlanjut, Dina menilai tekanan ekonomi global akan semakin meningkat.
Dalam situasi tersebut, Dina menilai banyak negara mulai bersikap lebih tegas terhadap Washington. Ia juga berpendapat negara-negara dunia kini semakin kompak untuk menekan Donald Trump agar menghentikan perang.
Selain itu, Dina menyebut sejumlah negara mulai tidak ingin terus tunduk pada kepentingan Israel dalam konflik kawasan Timur Tengah.