BERITA TERKINI
Menbud Fadli Zon: Musik Lokal Berpotensi Jadi Kekuatan Diplomasi Budaya Indonesia

Menbud Fadli Zon: Musik Lokal Berpotensi Jadi Kekuatan Diplomasi Budaya Indonesia

JAKARTA — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai musik dapat menjadi salah satu kekuatan budaya Indonesia dalam diplomasi internasional. Ia menyebut sejumlah musisi Indonesia telah memperkenalkan karya mereka di panggung dunia, sehingga membuka peluang hadirnya gelombang musik Indonesia di tingkat global.

“Kita berharap musik Indonesia dapat menjadi salah satu frontliner kebudayaan di dunia internasional. Seperti negara lain yang menggunakan musik sebagai soft power, kita juga berharap muncul Indonesian wave atau gelombang Indonesia dari musik kita,” ujar Fadli dalam keterangan pers, Selasa (10/3).

Fadli menekankan besarnya keragaman budaya Indonesia, termasuk di bidang musik. Dengan 1.340 suku bangsa serta ratusan alat musik tradisional, ia menilai potensi musik Indonesia sangat besar.

Menurutnya, musik Indonesia—baik tradisi maupun kontemporer—memiliki ruang luas untuk terus berkembang. Ia berharap ekosistem musik semakin kuat melalui kolaborasi antara musisi, seniman, budayawan, dan pemerintah di berbagai tingkat.

Ia juga menyampaikan pemerintah terus memberi perhatian pada pelestarian dan pengembangan musik tradisional, salah satunya melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN). Selain itu, musik tradisi disebut sebagai bagian dari identitas budaya yang perlu dijaga keberlangsungannya, terutama bagi generasi muda dalam upaya pelestarian dan pewarisan nilai-nilai budaya bangsa.

Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyatakan musik Indonesia memiliki kekayaan budaya yang besar. Ia menilai kreativitas dan energi generasi muda dapat menjadi kekuatan dalam sektor ekonomi kreatif sekaligus memperkuat peran musik sebagai soft power bangsa.

“Musik Indonesia memiliki kekayaan budaya, kreativitas, dan energi generasi muda yang luar biasa. Ini menjadi kekuatan ekonomi kreatif sekaligus soft power di dunia,” kata Teuku.