Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan diplomasi budaya dapat menjadi salah satu cara untuk memperkuat hubungan bilateral antarnegara, termasuk antara Indonesia dan Turkiye. Menurutnya, hubungan erat kedua negara dapat menjadi jembatan untuk memperluas kerja sama di bidang seni dan budaya.
Fadli menyebut diplomasi budaya Indonesia–Turkiye dapat diwujudkan melalui berbagai program seni, seperti pertukaran budaya serta proses knowledge transfer atau berbagi pengetahuan antara para maestro dan generasi muda.
“Hubungan erat antara Indonesia dengan Turkiye dapat menjadi jembatan diplomasi budaya, misalnya dengan sinergi antara komunitas seni dan film di kedua negara,” kata Fadli dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.
Ia menilai kolaborasi tersebut dapat membuka ruang pertukaran kultur dan penyelenggaraan festival yang memperkenalkan kekayaan budaya masing-masing negara.
Dalam dialog strategis dengan Secretary General of the Association of National Development Finance Institutions in Member Countries of the Islamic Development Bank (ADFIMI), Ilhami Öztürk, Fadli juga memaparkan komitmen Kementerian Kebudayaan untuk terus mendorong diplomasi budaya melalui bidang film dan seni Islam.
Fadli menjelaskan, kementeriannya telah memberikan apresiasi kepada pelaku seni Islam, termasuk penghargaan kepada 10 pemenang dari Indonesia dalam kompetisi kaligrafi internasional yang diselenggarakan Istanbul Research Center for Islamic Culture and Arts (IRCICA) di Turkiye pada 2025.
Selain itu, ia menyampaikan peluang kerja sama Indonesia dan Turkiye dalam program Santri Film Festival (SANFFEST). Menurut Fadli, ke depan pihaknya dapat mengundang sineas Turki untuk datang ke pesantren dan memberikan pelatihan, agar film karya siswa-siswi pesantren dapat tampil di panggung internasional.
Fadli juga menekankan bahwa pengembangan ekosistem budaya berkaitan erat dengan dukungan keuangan dan pendanaan yang maksimal. Karena itu, ia mendorong sinergi antara pemerintah Indonesia dengan sejumlah institusi perbankan, termasuk ADFIMI dan The Islamic Development Bank (IsDB).
Ia turut mendorong kerja sama lintas sektor yang melibatkan institusi budaya dan Islam, seperti Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Agama, hingga Bank Syariah Indonesia.
Sejalan dengan hal tersebut, Ilhami Öztürk mengatakan pihaknya berharap dapat menjalin kerja sama dengan sejumlah bank syariah dalam proses pendanaan guna memajukan ekonomi dan budaya kedua negara.
“Terkait hal tersebut, kami tengah menyelenggarakan banyak acara yang bertema tentang finansial. Untuk mendukung hal tersebut, kami juga telah menggandeng banyak mitra, seperti di negara Malaysia dan Indonesia,” kata Ilhami.

