BERITA TERKINI
Medvedev Klaim Eropa dan AS Kian Terpecah, Singgung Sikap UE dan Jerman terhadap Rusia

Medvedev Klaim Eropa dan AS Kian Terpecah, Singgung Sikap UE dan Jerman terhadap Rusia

Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, menyatakan bahwa hubungan antara Eropa dan Amerika Serikat saat ini berada dalam kondisi lebih terpecah dibanding periode sebelumnya. Dalam pernyataannya pada Kamis (7/5/2026), Medvedev mengatakan Eropa dan AS “lebih terpecah dan berselisih daripada kapan pun dalam 100 tahun terakhir.”

Medvedev juga menilai Eropa menggunakan apa yang ia sebut sebagai “operasi militer khusus” sebagai alasan untuk memperkuat posisi anti-Rusia. Ia berpendapat Eropa tidak memiliki alasan untuk melakukan “intervensi dalam membela Ukraina” dalam skala sebesar saat ini.

Selain itu, Medvedev menyatakan tidak ada satu pun tujuan yang ia sebut sebagai “kontra-operasi militer khusus” yang dideklarasikan Uni Eropa telah tercapai.

Dalam pernyataan yang sama, Medvedev menyinggung Jerman. Ia mengatakan kepemimpinan politik Jerman kini secara resmi mendeklarasikan tujuan untuk memaksakan “kekalahan strategis” kepada Rusia. Medvedev menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk “balas dendam besar-besaran” setelah kekalahan dalam Perang Dunia II yang, menurutnya, kini mengambil bentuk resmi.

Medvedev juga menyebut bahwa kemunculan dan kemungkinan penempatan senjata nuklir di Jerman akan menimbulkan kekhawatiran di Amerika Serikat. Ia menambahkan, kecenderungan Jerman terhadap senjata nuklir, menurutnya, dapat menjadi alasan bagi Moskow untuk menggunakan “semua tindakan reaktif yang mungkin.”