Rumor mengenai kemungkinan dicoretnya Timnas Iran dari Piala Dunia 2026 memunculkan skenario baru yang ikut disorot media Denmark. Kabar tersebut dinilai berpotensi menjadi kabar kurang baik bagi Timnas Indonesia karena FIFA disebut mempertimbangkan mekanisme playoff kilat untuk menentukan pengganti.
Keikutsertaan Iran masih diragukan meski turnamen disebut tinggal menghitung pekan. Situasi geopolitik membuat aspek keamanan tim Iran dinilai tidak terjamin. Iran dijadwalkan memainkan tiga laga fase grup di Amerika Serikat, masing-masing menghadapi Mesir, Belgia, dan Selandia Baru.
Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) dilaporkan berupaya memindahkan pertandingan ke Kanada atau Meksiko. Namun Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, mengatakan FIFA menolak usulan relokasi tersebut dengan alasan logistik.
“FIFA pada akhirnya memutuskan untuk tidak bisa memindahkan venue original mereka,” kata Sheinbaum dalam konferensi pers di Mexico City, dikutip Aljazeera. Ia menambahkan, relokasi akan membuat urusan logistik menjadi terlalu rumit dan keputusan itu diambil FIFA.
Jika Iran benar-benar tidak dapat berpartisipasi, sejumlah wakil Asia disebut berharap ada peluang untuk mengisi slot tersebut. Tiga negara yang disebut memungkinkan adalah Uni Emirat Arab (UEA), Oman, dan Timnas Indonesia, merujuk pada fase saat mereka tersingkir. UEA disebut paling layak karena gugur di putaran kelima Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Namun, laporan The Athletic dan RMC Sports menyebut FIFA justru mempertimbangkan menggelar playoff dadakan yang melibatkan dua wakil Asia dan Eropa. Dalam skenario itu, satu tempat disebut akan diperebutkan oleh Timnas Indonesia dan Oman.
Dari Eropa, dua tim yang disebut berpeluang masuk skema tersebut adalah Italia dan Denmark. Keduanya sama-sama gugur pada fase playoff yang dimainkan pada Maret lalu. Selain itu, Italia dan Denmark juga disebut dipertimbangkan karena merupakan tim dengan peringkat FIFA terbaik di antara negara yang gagal lolos, yang disebut menjadi salah satu pertimbangan penting bagi FIFA.
Media Denmark, PL Bold, turut melansir laporan The Athletic dan menekankan bahwa tim yang dipilih akan mengacu pada kualitas berdasarkan peringkat FIFA. “Menurut media ternama The Athletic, persiapan skenario darurat sedang berlangsung tanpa henti. Jika Iran membatalkan partisipasinya, FIFA tidak akan begitu saja memberikan tempat tersebut kepada negara sembarangan. Sebaliknya, mereka mempertimbangkan babak play-off kilat, yang akan diadakan dengan sangat cepat sebelum pertandingan pembukaan,” tulis PL Bold.