BERITA TERKINI
Komisi I DPR Minta Pemerintah Perkuat Diplomasi dan Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah

Komisi I DPR Minta Pemerintah Perkuat Diplomasi dan Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah

Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, menekankan pentingnya diplomasi dan kesiapsiagaan nasional dalam merespons memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah. Pernyataan itu disampaikan Anton saat memimpin kunjungan kerja reses Komisi I DPR RI di Lampung.

Anton menilai diplomasi perlu menjadi prioritas Indonesia untuk mendorong terciptanya perdamaian. Ia mengatakan pemerintah perlu siap membantu proses mediasi di antara pihak-pihak yang berkonflik.

Selain jalur diplomasi, Anton meminta pemerintah menyiapkan langkah antisipasi terkait keselamatan warga negara Indonesia (WNI) di wilayah konflik. Menurutnya, skenario perlindungan dan evakuasi harus disusun sejak dini, termasuk prosedur pemulangan apabila terjadi situasi yang tidak diinginkan.

Anton juga mengingatkan bahwa konflik di Timur Tengah berpotensi berdampak pada kondisi ekonomi di dalam negeri, terutama pada sektor energi dan harga kebutuhan pokok. Ia mencontohkan kemungkinan kenaikan harga BBM yang dapat memicu kenaikan harga-harga kebutuhan masyarakat.

Ia menambahkan, pemerintah perlu memastikan kesiapan nasional apabila eskalasi konflik meluas dan memengaruhi stabilitas kawasan yang lebih luas. Anton menilai berbagai kemungkinan terburuk perlu diperhitungkan sejak awal.

Menurut Anton, pemerintah juga perlu memberikan panduan yang jelas kepada masyarakat mengenai langkah yang harus dilakukan apabila situasi global memburuk. Tujuannya agar masyarakat tidak panik dan lebih siap menghadapi kondisi darurat, termasuk dengan mulai menghemat sesuai kebutuhan.

“Jangan sampai kita tidak tahu harus melakukan apa ketika sesuatu terjadi, lalu akhirnya panik sendiri. Intinya, semua harus dipersiapkan dari sekarang,” kata Anton.

Di lokasi yang sama, Anggota Komisi I DPR RI Imron Amin menyampaikan keprihatinannya terhadap konflik di Timur Tengah yang melibatkan sejumlah negara besar. Ia menilai situasi tersebut berpotensi memperburuk keamanan global apabila tidak segera mereda.

Imron mengatakan dinamika geopolitik yang tidak menentu menuntut Indonesia meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan berbagai kemungkinan ke depan. Ia juga berharap konflik tidak berkembang menjadi perang yang lebih besar dan situasi internasional dapat kembali stabil.