DENPASAR—Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Endang Retno Sri Subiyandani, meninggal dunia pada Senin (5/8) sekitar pukul 18.26 WITA.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala BPS Provinsi Bali, Kadek Agus Wirawan, membenarkan kabar duka tersebut saat dikonfirmasi pada Selasa (6/8). Ia menyebut Retno diduga meninggal karena sakit yang dideritanya dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut Wirawan, Retno yang lahir di Jakarta pada 23 Oktober 1964 mulai mengalami gejala sakit sejak Juli 2024. Pada 22 Juli, ia merasakan mual dan muntah. Meski demikian, Retno masih berupaya masuk kantor karena beban pekerjaan dan semangatnya.
Sehari kemudian, pada 23 Juli, Retno sempat diperiksa dokter dan disarankan menjalani rawat inap. Namun, ia memilih menjalani rawat jalan. Pada 25 Juli, Retno akhirnya dirawat inap di Rumah Sakit Bhakti Rahayu, Denpasar.
Wirawan mengatakan, hasil observasi medis menyatakan kadar gula Retno lebih dari 500 dan terdapat gangguan pada jantung. Retno kemudian didiagnosis mengalami usus buntu dan dirujuk ke RS Bali Mandara, Denpasar, untuk penanganan lebih lanjut.
Pada 1 Agustus 2024, Retno menjalani operasi usus buntu di RS Bali Mandara. Setelah operasi, ia sempat dipindahkan ke ruang perawatan. Wirawan menyebut kondisi Retno sempat stabil pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu, serta masih dapat diajak berbincang dan menerima kunjungan kerabat maupun rekan kerja.
Wirawan menambahkan, Retno sempat direncanakan menjalani tindakan cuci darah. Namun, saat tindakan itu akan dilakukan, Retno meninggal dunia sekitar pukul 18.25 WITA.
Jenazah disemayamkan di rumah duka Mumbul, Kuta Selatan.