JAKARTA — Pemerintah Indonesia menyerukan agar Amerika Serikat, Israel, dan Iran menghentikan serangan di tengah meluasnya dampak konflik. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI juga meminta Iran menghentikan serangan yang menargetkan negara-negara tetangga di kawasan.
Juru Bicara I Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan Indonesia menyerukan kepada Amerika Serikat dan Israel untuk menghentikan serangan terhadap Iran. Pada saat yang sama, Indonesia juga meminta Iran menghentikan serangan yang menyasar negara-negara tetangga, termasuk Perserikatan Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, Oman, Bahrain, Kuwait, dan Yordania.
Dalam pernyataannya pada Selasa (10/3/2026), Indonesia menegaskan kembali kewajiban semua pihak untuk menegakkan prinsip-prinsip hukum internasional, khususnya terkait larangan penggunaan kekerasan terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah suatu negara.
Selain mendorong para pihak menahan diri, Indonesia mendesak agar ketegangan segera diredakan dan langkah negosiasi melalui dialog serta diplomasi kembali ditempuh.
“Indonesia mendorong para pihak untuk menahan diri secara maksimal, meredakan ketegangan, serta kembali ke meja perundingan melalui dialog dan diplomasi,” kata Yvonne.
Pemerintah Indonesia juga menyatakan terus memantau dampak konflik terhadap warga negara Indonesia (WNI) yang berada di kawasan. Kemlu menyebut telah menyiapkan langkah kontingensi apabila kondisi mengharuskan dilakukan repatriasi dari berbagai negara.
Sebelumnya, pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, dengan laporan kerusakan dan korban jiwa, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Iran kemudian meluncurkan serangan balasan ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di sejumlah negara Teluk.
Dalam merespons eskalasi konflik di Timur Tengah, Indonesia pada 28 Februari juga menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi perundingan antara pihak-pihak yang berkonflik guna mendorong terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif di kawasan.

