Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa diplomasi ekonomi pemerintah di tengah eskalasi konflik global membuahkan hasil, salah satunya berupa penurunan tarif hambatan dagang Amerika Serikat (AS) terhadap komoditas dari Indonesia. Menurut Kapolri, langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan industri nasional di tengah perlambatan ekonomi dunia.
Listyo mengatakan Presiden Prabowo Subianto terus melakukan upaya proaktif untuk menurunkan tensi perang dagang. Ia menyebut penurunan tarif hambatan dagang dengan AS berdampak pada peningkatan daya saing produk Indonesia.
“Bapak Presiden melakukan upaya untuk menurunkan hambatan dagang dengan Amerika dari 32 persen menjadi 19 persen. Bahkan, setelah ada keputusan dari pengadilan di Amerika, angka tersebut turun lagi menjadi 15 persen. Alhamdulillah, satu beban besar sudah bisa kita lampaui,” kata Listyo di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.
Selain penurunan tarif secara umum, Kapolri juga menyoroti klaim keberhasilan pemerintah dalam mengamankan kebijakan tarif ekspor 0 persen bagi ribuan komoditas unggulan Indonesia. Ia menyebut sektor-sektor padat karya menjadi perhatian dalam kebijakan tersebut.
“Beliau mendorong agar impor untuk komoditas tertentu tarifnya menjadi 0 persen. Ini berdampak signifikan terhadap industri sepatu, mebel, tekstil, semikonduktor, hingga 1.800 komoditas lainnya. Harapannya, di tengah situasi global yang sulit, industri kita tetap terjaga dan rekan-rekan pekerja tidak perlu dirumahkan,” ujar Listyo.
Kapolri menegaskan, capaian diplomasi luar negeri perlu diiringi penguatan di dalam negeri melalui program hilirisasi. Ia menyebut pemerintah tengah mendorong 18 rencana hilirisasi strategis yang ditujukan untuk membuka lapangan kerja baru.
Listyo juga mengajak jajaran TNI-Polri untuk mengawal stabilitas keamanan dan iklim investasi agar agenda strategis tersebut berjalan. Menurutnya, tingkat kepercayaan pasar internasional turut dipengaruhi kondisi keamanan di dalam negeri.
“Modal dasar kita adalah stabilitas keamanan dan politik. TNI-Polri wajib mengawal dan mengamankan program-program strategis pemerintah agar Indonesia bisa mandiri dan berdiri di atas kaki sendiri di tengah krisis global,” kata Kapolri.
Pernyataan itu disampaikan Listyo dalam acara buka puasa bersama TNI-Polri. Sejumlah pejabat turut hadir, antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoedin, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto, Penasihat Khusus Presiden Bidang Kamtibmas dan Reformasi Kepolisian Komjen (Purn) Ahmad Dofiri, Ketua Umum MUI Anwar Iskandar, beberapa wakil menteri Kabinet Merah Putih, serta jajaran pejabat utama Mabes Polri.

