Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo mengungkap keberhasilan diplomasi ekonomi pemerintah Indonesia di tengah eskalasi konflik global. Menurut Kapolri, langkah diplomasi Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat membuahkan hasil berupa penurunan tarif hambatan dagang untuk komoditas dalam negeri.
Jenderal Sigit menilai kebijakan tersebut penting untuk menjaga keberlangsungan industri nasional di tengah kelesuan ekonomi dunia. Ia menyebut Presiden Prabowo terus melakukan langkah proaktif untuk menurunkan tensi perang dagang, yang berdampak pada peningkatan daya saing produk Indonesia.
Kapolri menjelaskan, tarif hambatan dagang dengan Amerika Serikat disebut turun dari 32 persen menjadi 19 persen. Ia menambahkan, setelah adanya keputusan pengadilan di Amerika Serikat, angka tersebut kembali turun menjadi 15 persen.
Selain itu, Kapolri menyoroti upaya pemerintah dalam mengamankan kebijakan tarif ekspor 0 persen bagi ribuan komoditas unggulan Indonesia ke pasar internasional. Ia mengatakan sektor padat karya menjadi perhatian dalam kebijakan ini, dengan dampak yang disebut signifikan bagi industri sepatu, mebel, tekstil, semikonduktor, serta sekitar 1.800 komoditas lainnya. Kapolri menyampaikan harapan agar kebijakan tersebut membantu menjaga industri tetap berjalan dan mencegah pekerja dirumahkan di tengah situasi global yang sulit.
Lebih lanjut, Kapolri menegaskan keberhasilan diplomasi luar negeri perlu diiringi penguatan di dalam negeri melalui program hilirisasi. Ia menyebut pemerintah tengah mendorong 18 rencana hilirisasi strategis yang ditujukan untuk membuka lapangan pekerjaan baru.
Dalam kesempatan yang sama, Jenderal Sigit mengajak jajaran TNI-Polri untuk mengawal stabilitas keamanan dan iklim investasi. Menurutnya, kepercayaan pasar internasional sangat dipengaruhi kondisi keamanan di dalam negeri. Ia menekankan stabilitas keamanan dan politik sebagai modal dasar, serta meminta TNI-Polri mengamankan program strategis pemerintah agar Indonesia dapat mandiri di tengah krisis global.

