BERITA TERKINI
Kapolri: Diplomasi Ekonomi Indonesia Berhasil Tekan Hambatan Dagang dan Dorong Hilirisasi

Kapolri: Diplomasi Ekonomi Indonesia Berhasil Tekan Hambatan Dagang dan Dorong Hilirisasi

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo menyoroti keberhasilan diplomasi ekonomi pemerintah Indonesia di tengah meningkatnya ketegangan konflik global. Menurutnya, upaya diplomasi yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat membuahkan hasil berupa penurunan tarif hambatan dagang untuk komoditas dalam negeri.

Jenderal Sigit menilai langkah tersebut penting untuk menjaga keberlangsungan industri nasional di tengah kondisi ekonomi dunia yang lesu. Ia mengatakan Presiden Prabowo terus mengambil langkah proaktif untuk meredakan ketegangan perang dagang, dan penurunan tarif hambatan dagang dengan Amerika Serikat disebut berdampak pada daya saing produk Indonesia. “Ini adalah langkah yang sangat penting untuk memastikan produk kita tetap kompetitif di pasar internasional,” ujar Jenderal Sigit, Rabu (11/3/26).

Selain itu, Kapolri juga menyinggung keberhasilan pemerintah dalam mengamankan kebijakan tarif ekspor 0 persen bagi ribuan komoditas unggulan Indonesia ke pasar internasional. Ia menyebut sektor-sektor padat karya menjadi perhatian utama dalam kebijakan tersebut. “Dengan kebijakan ini, kita bisa memastikan bahwa produk-produk unggulan kita dapat bersaing di pasar global tanpa hambatan tarif,” katanya.

Jenderal Sigit menegaskan keberhasilan diplomasi luar negeri perlu diimbangi dengan penguatan di dalam negeri melalui program hilirisasi. Ia menyampaikan pemerintah sedang mendorong 18 rencana hilirisasi strategis yang ditujukan untuk membuka lapangan pekerjaan baru. “Hilirisasi adalah kunci untuk meningkatkan nilai tambah produk kita dan menciptakan lapangan kerja baru,” tambahnya.

Kapolri juga mengajak seluruh jajaran TNI-Polri untuk terus mengawal stabilitas keamanan serta menjaga iklim investasi. Menurutnya, kepercayaan pasar internasional turut dipengaruhi kondisi keamanan di dalam negeri. “Kita harus memastikan bahwa Indonesia tetap menjadi tempat yang aman dan kondusif untuk investasi,” ujarnya.