BERITA TERKINI
Kabar Dunia Sepekan: Selat Hormuz Dibuka Lalu Ditutup, Gencatan Senjata Israel-Lebanon, hingga Indonesia Minta Pasokan Minyak Rusia

Kabar Dunia Sepekan: Selat Hormuz Dibuka Lalu Ditutup, Gencatan Senjata Israel-Lebanon, hingga Indonesia Minta Pasokan Minyak Rusia

Perkembangan konflik di Timur Tengah masih mendominasi kabar dunia sepanjang sepekan terakhir. Sejumlah peristiwa menonjol mencakup dinamika pembukaan dan penutupan Selat Hormuz oleh Iran, pengumuman gencatan senjata Israel-Lebanon, hingga isu kemanusiaan dan hubungan diplomatik sejumlah negara.

Drama buka-tutup Selat Hormuz

Iran sempat membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz pada Jumat (17/4/2026) menyusul kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan Selat Hormuz terbuka untuk semua kapal komersial selama periode gencatan senjata tersebut.

Namun, kurang dari 24 jam kemudian, Iran kembali menutup jalur laut strategis itu. Perubahan kebijakan yang sangat cepat ini memicu spekulasi mengenai kemungkinan adanya keretakan serius di internal kepemimpinan Iran.

Gencatan senjata Israel-Lebanon

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon. Gencatan senjata mulai berlaku pada Jumat (17/4/2026) dini hari waktu setempat, setelah sekitar enam minggu pertempuran antara Israel dan kelompok bersenjata Hizbullah di Lebanon selatan.

Meski disebut sebagai kesepakatan antara Israel dan Lebanon, konflik yang terjadi di lapangan disebut berlangsung antara Israel dan Hizbullah yang didukung Iran.

Kapal Rohingya terbalik di Laut Andaman

Sebuah kapal yang mengangkut pengungsi Rohingya dan warga Bangladesh terbalik di Laut Andaman pada Selasa (14/4/2026). Sebanyak 250 orang dilaporkan hilang.

Menurut informasi badan pengungsi dan migrasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), penumpang kapal tersebut terdiri dari pria, wanita, dan anak-anak. Kapal dilaporkan tenggelam akibat angin kencang, gelombang tinggi, serta kelebihan muatan.

Hubungan Jerman-Israel memanas

Hubungan Jerman dan Israel menjadi sorotan setelah percakapan telepon antara Kanselir Jerman Friedrich Merz dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Percakapan itu awalnya tampak seperti komunikasi rutin antarpemimpin dunia, tetapi pernyataan yang dirilis juru bicara Merz, Stefan Kornelius, menegaskan adanya kekhawatiran Berlin.

Dalam keterangan tersebut, Merz disebut menyampaikan keprihatinan mendalam atas perkembangan di wilayah Palestina dan menegaskan bahwa tidak boleh ada aneksasi de facto sebagian wilayah Tepi Barat.

Indonesia dilaporkan ajukan permintaan pasokan minyak Rusia

Pemerintah Indonesia dilaporkan telah mengajukan permintaan resmi kepada Rusia untuk memasok minyak. Informasi itu disampaikan oleh Menteri Energi Rusia Sergei Tsivilev, sebagaimana dilaporkan kantor berita Pemerintah Rusia, RIA, pada Senin (13/4/2026).

Tsivilev menyebut Moskwa dan Jakarta saat ini sedang membahas nota kesepakatan yang lebih permanen.