Konflik di Timur Tengah masih mendominasi perhatian dunia dalam sepekan terakhir. Sejumlah perkembangan penting mencuat, mulai dari pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, kebuntuan perundingan damai di Pakistan, hingga laporan hilangnya drone pengintai Angkatan Laut AS di Selat Hormuz.
Di sisi lain, isu hak asasi manusia di Asia Tenggara juga menjadi sorotan setelah presiden baru Myanmar, Min Aung Hlaing, dilaporkan ke Kejaksaan Agung RI oleh sejumlah organisasi masyarakat sipil. Berikut rangkuman kabar dunia sepekan.
Gencatan senjata AS-Iran selama dua pekan
Pada Rabu (8/4/2026), Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata dengan Iran selama dua pekan. Keputusan itu diambil setelah diskusi intensif dengan kepemimpinan Pakistan yang berperan sebagai mediator dalam konflik AS-Israel dengan Iran.
Sebelumnya, Trump sempat mengancam akan meratakan Iran apabila Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz.
Presiden Myanmar dilaporkan ke Kejagung RI
Sejumlah organisasi masyarakat sipil mengajukan gugatan pidana terhadap presiden baru Myanmar, Min Aung Hlaing, ke Kejaksaan Agung di Indonesia. Gugatan tersebut menuduh pemimpin militer itu melakukan tindakan genosida terhadap etnis Rohingya.
Dengan menggunakan prinsip hukum internasional, Indonesia menyatakan akan memproses laporan tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.
Perundingan AS-Iran buntu di Islamabad
Perundingan antara AS dan Iran di Islamabad, Pakistan, dilaporkan menemui jalan buntu. Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan delegasi Iran menolak persyaratan yang diajukan Washington.
Menurut Vance, Iran tidak berkomitmen meninggalkan senjata nuklir setelah negosiasi selama berjam-jam berakhir tanpa kesepakatan. Sementara itu, pihak Iran menilai permintaan AS tidak masuk akal.
Drone pengintai AS senilai Rp 3,5 triliun hilang
Sebuah drone pengintai milik Angkatan Laut AS, MQ-4C Triton, dilaporkan hilang di kawasan Selat Hormuz. Pesawat tanpa awak yang disebut bernilai 200 juta dollar AS atau sekitar Rp 3,5 triliun itu menghilang dari radar sesaat setelah mengirimkan sinyal darurat dalam penerbangan.
MQ-4C Triton dikenal sebagai salah satu alat utama sistem pertahanan (alutsista) termahal milik AS.
Dana Board of Peace disebut seret
Dana Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian disebut seret, sehingga rencana Presiden AS Donald Trump untuk membangun kembali Gaza dilaporkan tersendat. Sumber yang dikutip Reuters pada Sabtu (11/4/2026) menyebut BoP bentukan Trump baru menerima sebagian kecil dari total komitmen dana 17 miliar dollar AS (Rp 290,4 triliun).
Kondisi tersebut dinilai menghambat kelanjutan rencana tata kelola dan rekonstruksi wilayah Palestina yang mengalami kerusakan akibat konflik berkepanjangan.