BERITA TERKINI
Jemaah Haji Asal Samarinda Meninggal di Madinah, Total Wafat Capai Tujuh Orang hingga Awal Mei

Jemaah Haji Asal Samarinda Meninggal di Madinah, Total Wafat Capai Tujuh Orang hingga Awal Mei

Satu jemaah haji asal Samarinda, Kalimantan Timur, dilaporkan meninggal dunia di Madinah, Arab Saudi, dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026. Jemaah tersebut bernama Endar Jaya Purwadi (62), tergabung dalam kelompok terbang (kloter) BPN 01.

Informasi wafatnya Endar disampaikan dalam konferensi pers Kementerian Haji Republik Indonesia yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi Kemenhaj RI pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Selain Endar, Kemenhaj juga melaporkan satu jemaah lainnya yang meninggal dunia, yakni Siti Sri Rahayu Sanusi (65) dari kloter SOC 12 asal Kabupaten Pekalongan. Kepala Biro Humas Kementerian Haji RI, Moh Hasan Afandi, menyebut dengan tambahan dua laporan tersebut, jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat hingga saat ini mencapai tujuh orang.

Hasan menjelaskan, hingga hari ke-12 penyelenggaraan haji, proses keberangkatan jemaah dari Indonesia, kedatangan di Madinah, hingga pergerakan menuju Makkah berlangsung lancar dan tertib dengan pengawalan petugas di berbagai titik layanan.

Berdasarkan data Kemenhaj, sebanyak 175 kloter dengan total 68.082 jemaah dan petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Sementara itu, jemaah yang sudah tiba di Madinah tercatat 165 kloter atau 64.129 orang. Adapun jemaah yang telah tiba di Makkah sebanyak 19 kloter dengan total 7.387 orang.

Pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah, menurut Kemenhaj, terus dilakukan secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Dari sisi kesehatan, Kemenhaj mencatat 5.576 jemaah menjalani rawat jalan selama berada di Arab Saudi. Selain itu, 105 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan 125 jemaah menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi. Hingga saat ini, jumlah jemaah yang masih dirawat di rumah sakit Arab Saudi tercatat 39 orang.

Kemenhaj menyatakan layanan kesehatan terus diperkuat, mengingat cuaca panas ekstrem di Arab Saudi yang dapat memengaruhi kondisi fisik jemaah, terutama kelompok lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit bawaan.