BERITA TERKINI
Jamaah Haji Asal Ternate Wafat di Madinah, Panitia Masih Menunggu Penjelasan Resmi Dokter

Jamaah Haji Asal Ternate Wafat di Madinah, Panitia Masih Menunggu Penjelasan Resmi Dokter

Kabar duka datang dari Tanah Suci. Seorang jamaah calon haji (JCH) asal Kota Ternate, Maluku Utara, dilaporkan meninggal dunia di Madinah, Arab Saudi, pada Jumat, 9 Mei 2026.

Jamaah tersebut bernama Siti Totou (71), anggota Kloter 15 asal Kota Ternate. Informasi ini disampaikan Fungsional Teknis Sekretariat PPHI Maluku Utara 2026, Tahmid Abubakar, berdasarkan laporan tim kesehatan Kloter 15 di Madinah.

Tahmid menjelaskan, almarhumah ditemukan dalam kondisi tidak bergerak di kamar hotel sekitar pukul 13.59 Waktu Arab Saudi (WAS). Ketua regu kemudian melaporkan kondisi tersebut kepada tim medis setelah melihat jamaah tidak merespons. Saat pemeriksaan, almarhumah disebut berada dalam posisi miring ke kiri, tubuh sudah kaku, dan tidak menunjukkan respons.

Menurut keterangan teman sekamar, almarhumah masih sempat beraktivitas normal pada pagi hari. Ia mengikuti ibadah ke Raudhah sekitar pukul 03.00 WAS dan kembali ke hotel sekitar pukul 07.00 WAS. Setelah itu, almarhumah masih sempat berinteraksi dan makan bersama teman sekamar.

Sekitar pukul 08.30 WAS, almarhumah beristirahat. Teman sekamarnya, yang disebut bernama Ibu Nani, sempat mendengar suara dengkuran keras sekitar pukul 09.00 WAS, namun mengira almarhumah sedang tidur lelap. Karena tidak kunjung bangun, ketua regu melapor ke tim medis pada pukul 13.59 WAS. Setelah dilakukan pemeriksaan, almarhumah dinyatakan telah meninggal dunia.

Sebelumnya, almarhumah diketahui sempat mengeluhkan demam dan nyeri tulang belakang sebelum masuk Asrama Haji Ngade, Ternate. Tim medis saat itu memberikan Paracetamol 500 mg dan Amoxicillin 500 mg setiap delapan jam. Dua hari sebelum wafat, kondisinya dilaporkan membaik, demam mereda, dan nafsu makan kembali normal, meski almarhumah lebih banyak diam.

“Tim medis sempat menawarkan pemasangan infus, tetapi almarhumah menolak karena merasa sudah sehat,” kata Tahmid.

Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Maluku Utara, Asrul Gailea, membenarkan kabar wafatnya jamaah tersebut. Ia mengatakan almarhumah masih dalam penanganan rumah sakit dan pihaknya menunggu penjelasan resmi dari tim dokter serta panitia haji Arab Saudi.

Asrul menambahkan, faktor kelelahan diduga turut memengaruhi kondisi kesehatan almarhumah di tengah cuaca ekstrem di Madinah yang disebut mencapai 38 hingga 40 derajat celsius. Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama panitia haji disebut masih berkoordinasi dengan pihak terkait di Arab Saudi untuk proses penanganan almarhumah.