Teheran — Stabilitas Timur Tengah kembali menjadi sorotan setelah seorang pejabat senior Iran menyampaikan pernyataan keras terkait hubungan dengan Amerika Serikat. Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Akbar Velayati, menegaskan bahwa ruang untuk negosiasi diplomatik dengan AS kini dinyatakan tertutup sepenuhnya.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan dan tekanan dari luar negeri. Selain menutup kemungkinan perundingan resmi, Velayati juga memberi sinyal bahwa Iran siap mengambil langkah-langkah yang diperlukan, termasuk dari sisi militer, untuk menghadapi situasi yang berkembang.
Press TV melaporkan pernyataan Velayati itu sebagai bagian dari respons Iran terhadap dinamika terbaru di kawasan. Hingga kini, belum ada rincian lebih lanjut dalam laporan tersebut mengenai langkah konkret yang akan diambil Iran maupun tanggapan resmi dari pihak Amerika Serikat.

