BERITA TERKINI
Iran Nilai Jalur Diplomasi dengan AS Tertutup, Siap Hadapi Konflik Jangka Panjang

Iran Nilai Jalur Diplomasi dengan AS Tertutup, Siap Hadapi Konflik Jangka Panjang

Iran menyatakan kesiapannya menghadapi konflik jangka panjang dengan Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah. Pernyataan ini disampaikan Kepala Dewan Strategis Hubungan Luar Negeri Iran, Kamal Kharrazi, yang menilai Washington tidak lagi dapat dipercaya dalam proses diplomasi.

Dalam wawancara dengan CNN, Kharrazi mengatakan ia tidak lagi melihat ruang bagi jalur diplomatik dengan Amerika Serikat. Ia menuding Presiden AS Donald Trump telah menipu pihak lain dan tidak menepati komitmen yang disepakati dalam proses negosiasi sebelumnya.

Menurut Kharrazi, Iran telah merasakan langsung pengalaman tersebut dalam dua putaran perundingan. Ia menyebut, ketika proses diplomasi masih berlangsung, Amerika Serikat justru melancarkan serangan terhadap Iran.

Meski demikian, Kharrazi menilai tekanan ekonomi akibat konflik dapat mendorong negara-negara lain mengambil peran untuk menghentikan apa yang ia sebut sebagai agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Ia juga meminta negara-negara di kawasan Teluk Persia menekan Washington agar segera mengakhiri perang.

Ia menilai konflik berkepanjangan telah menimbulkan dampak ekonomi yang luas, termasuk meningkatnya inflasi serta potensi kekurangan energi di berbagai negara. Kharrazi memperingatkan bahwa jika situasi terus berlanjut, tekanan ekonomi terhadap negara-negara lain akan semakin besar sehingga pada akhirnya mereka terpaksa ikut campur untuk menghentikan konflik.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel dilaporkan melancarkan gelombang baru serangan udara terhadap Iran pada 28 Februari, sekitar delapan bulan setelah kedua negara melakukan operasi militer terhadap Iran. Dalam serangan itu, Pemimpin Revolusi Islam Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei dilaporkan gugur.

Serangan tersebut terjadi di tengah upaya diplomasi antara Teheran dan Washington yang sebelumnya telah melakukan tiga putaran perundingan tidak langsung di Muscat, Oman, serta Jenewa, Swiss. Kedua pihak juga disebut berencana melanjutkan pembicaraan teknis di Wina, Austria.

Merespons serangan itu, Iran melancarkan serangan balasan berupa rudal dan pesawat nirawak yang menargetkan wilayah yang diduduki Israel serta sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan.