Organisasi Intelijen Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengungkap apa yang mereka sebut sebagai “misi tersembunyi” Amerika Serikat (AS) di balik kebijakan blokade laut. Dalam pernyataan yang diunggah melalui media sosial, intelijen IRGC mengklaim langkah tersebut bukan semata bentuk tekanan terhadap Iran, melainkan bagian dari proyek strategis Washington yang lebih luas.
Menurut klaim IRGC, blokade angkatan laut yang dilakukan AS disebut terkait upaya membendung kekuatan global lain, yakni China, Rusia, dan Eropa. Pernyataan itu dilaporkan mengutip Tasnim pada 2 Mei.
IRGC juga menyatakan bahwa pemerintahan Presiden AS saat itu, Donald Trump, disebut telah mengubah pendekatan dari strategi “mengelola energi global” menjadi strategi “disrupsi”. Mereka menilai blokade angkatan laut dimulai sebagai bagian dari proyek disrupsi besar dengan tujuan membendung China, Rusia, dan Eropa.
Dalam pesan yang sama, intelijen IRGC menambahkan bahwa setelah 20 hari, Gedung Putih disebut semakin yakin proyek tersebut telah gagal. Mereka juga mengklaim Teheran justru muncul sebagai pusat dari apa yang disebut “koalisi anti-gangguan”.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah AS terkait klaim yang disampaikan oleh IRGC tersebut.