BERITA TERKINI
Indonesia Dorong Perdamaian Timur Tengah Lewat Diplomasi Bebas Aktif

Indonesia Dorong Perdamaian Timur Tengah Lewat Diplomasi Bebas Aktif

Pemerintah Indonesia menyatakan terus mengupayakan terciptanya perdamaian di kawasan Timur Tengah melalui implementasi politik luar negeri bebas aktif, di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat–Israel.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ahmad Fuad Fanani mengatakan Indonesia berperan aktif mendorong stabilitas kawasan dengan memanfaatkan diplomasi pada berbagai level, mulai dari hubungan bilateral hingga forum multilateral internasional. Pernyataan itu disampaikan Fuad dalam program Breaking News Metro TV, Selasa, 10 Maret 2026.

Menurut Fuad, langkah pertama ditempuh melalui jalur bilateral, yakni dengan membangun komunikasi langsung dengan negara-negara yang terlibat maupun yang memiliki pengaruh dalam dinamika kawasan. “Yang pertama melalui level bilateral yaitu Indonesia aktif berkomunikasi dengan misalkan Menteri Luar Negeri Iran, Menteri Luar Negeri Amerika, dan juga menlu-menlu negara lain terutama di Timur Tengah,” kata Fuad.

Selain itu, Indonesia juga memanfaatkan jalur multilateral dengan berpartisipasi dalam berbagai forum internasional yang dinilai memiliki pengaruh terhadap dinamika politik dan ekonomi global. “Yang kedua melalui aspek multilateral, jadi Indonesia bergabung dengan negara-negara tertentu yang menjadi penentu ekonomi dan politik dunia,” ujarnya.

Fuad mencontohkan sejumlah forum yang diikuti Indonesia, antara lain Board of Peace (BoP), BRICS, serta organisasi Developing Eight (D-8). Ia menyebut D-8 akan menggelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Jakarta pada April mendatang dengan Indonesia sebagai tuan rumah. “Indonesia bergabung dalam Board of Peace, aktif dalam BRICS, aktif dan nanti pada bulan April akan menyelenggarakan dan menjadi tuan rumah KTT D-8, juga di forum-forum internasional lainnya,” jelasnya.

Di luar diplomasi politik, Fuad menambahkan Indonesia juga menjalankan diplomasi kemanusiaan sebagai bagian dari implementasi politik bebas aktif. Bentuknya antara lain pengiriman bantuan kemanusiaan bagi negara-negara yang terdampak konflik, serta dukungan di bidang pendidikan dan kesehatan. “Indonesia tetap mengirimkan bantuan ke negara-negara yang berkonflik, memberikan beasiswa, memberikan bantuan pendidikan dan kesehatan,” katanya.

Fuad menegaskan langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Indonesia menunjukkan komitmen terhadap perdamaian dunia sekaligus menjalankan amanat konstitusi. “Itu semua dalam rangka untuk menunjukkan dan mengimplementasikan politik bebas aktif Indonesia di tingkat dunia, tapi tetap berpegang teguh pada konstitusi,” pungkasnya.