BERITA TERKINI
Husein Fadlulloh Tekankan Kolaborasi Parlemen dan Akademisi untuk Perkuat Diplomasi Indonesia

Husein Fadlulloh Tekankan Kolaborasi Parlemen dan Akademisi untuk Perkuat Diplomasi Indonesia

TANGERANG SELATAN — Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Husein Fadlulloh, menekankan pentingnya kolaborasi antara parlemen dan kalangan akademisi untuk memperkuat diplomasi Indonesia di tingkat global. Pernyataan itu disampaikannya dalam kegiatan bertajuk “Kolaborasi Parlemen-Akademisi untuk Penguatan Diplomasi” di Universitas Pamulang (Unpam), Tangerang Selatan, Banten, Rabu (11/3/2026).

Dalam sambutannya, Husein menyampaikan apresiasi atas kesempatan berdialog dengan sivitas akademika Unpam. Ia menilai, diplomasi pada era modern tidak lagi hanya dijalankan melalui jalur pemerintah, tetapi juga memerlukan kontribusi pemikiran dari akademisi, peneliti, dan masyarakat sipil.

“Pertemuan ini sangat penting karena diplomasi di era modern tidak lagi dijalankan hanya melalui jalur pemerintah saja, tetapi juga membutuhkan kontribusi pemikiran dari kalangan akademisi, peneliti, dan masyarakat sipil,” ujar Husein.

Husein menjelaskan, sebagai lembaga yang menjalankan fungsi diplomasi parlemen, BKSAP DPR RI memiliki peran strategis dalam memperkuat posisi Indonesia di berbagai forum internasional, baik pada tingkat bilateral, regional, maupun multilateral.

Ia menambahkan, BKSAP tidak hanya berfokus pada kegiatan luar negeri. Menurutnya, diseminasi dan dialog di dalam negeri juga dilakukan untuk memastikan agenda diplomasi Indonesia didukung pemikiran akademik yang kuat serta partisipasi publik yang luas.

Dalam kesempatan itu, Husein memaparkan perkembangan sejumlah Panitia Kerja (Panja) yang dibentuk BKSAP sebagai bagian dari upaya memperkuat diplomasi kebijakan Indonesia. Sejumlah Panja yang telah menyelesaikan tugasnya antara lain Panja Organisasi Internasional (OI) yang bertujuan memperkuat posisi dan kontribusi Indonesia di berbagai organisasi internasional, serta Panja Open Government–Parliament (OGP) yang berfokus pada penguatan prinsip keterbukaan pemerintahan, transparansi, dan partisipasi publik.

Sementara itu, BKSAP juga tengah menjalankan Panja terkait isu strategis masa depan, di antaranya Panja Artificial Intelligence (AI) dan Panja Diplomasi Parlemen Perjanjian Perdagangan Indonesia (DPPPI). Ke depan, BKSAP merencanakan pembentukan Panja strategis lainnya, termasuk Panja Pekerja Migran Indonesia serta Panja Manajemen Keuangan Pusat dan Daerah.

Husein menegaskan, kolaborasi antara parlemen dan dunia akademik menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas diplomasi Indonesia. “Akademisi memiliki peran strategis dalam menyediakan riset, analisis kebijakan, serta perspektif kritis yang dapat memperkaya proses perumusan kebijakan dan posisi diplomasi Indonesia di tingkat internasional,” katanya.

Melalui forum tersebut, Husein berharap dapat menghimpun masukan, gagasan, dan perspektif akademik dari sivitas akademika Unpam agar diplomasi parlemen yang dijalankan BKSAP tidak hanya bersifat representatif, tetapi juga berbasis pengetahuan, data, dan analisis yang kuat.