Mantan Duta Besar RI untuk Iran, Dian Wirengjurit, menilai upaya diplomasi untuk mengakhiri konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel seharusnya dimulai dari pihak AS. Ia berpendapat langkah tersebut penting agar konflik tidak semakin meluas.
Dian menyampaikan pandangannya dengan merujuk pada serangan AS ke Iran pada 28 Februari 2026 yang disebut memicu ledakan di Teheran dan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Dalam pernyataannya pada Selasa, 10 Maret 2026, Dian menyebut Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai pihak yang perlu mengambil langkah diplomasi.
Sementara itu, Trump mengatakan keputusan untuk mengakhiri perang akan diambil bersama Netanyahu setelah berkonsultasi terkait operasi militer terhadap Iran.
Di sisi lain, Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam menyatakan siap menghadapi perang jangka panjang dan menyiapkan persenjataan baru. Pemerintah Iran juga menegaskan menutup pintu negosiasi dengan AS dan Israel, dengan alasan tidak lagi percaya setelah beberapa kali perundingan yang berujung serangan.

