BERITA TERKINI
Eks Dubes RI untuk Iran: Diplomasi Semestinya Didorong dari AS, Bukan Iran

Eks Dubes RI untuk Iran: Diplomasi Semestinya Didorong dari AS, Bukan Iran

Mantan Duta Besar RI untuk Iran, Dian Wirengjurit, menilai upaya diplomasi seharusnya diupayakan dari pihak Amerika Serikat (AS), bukan Iran. Ia beralasan, AS bersama Israel yang memulai perang melawan Iran.

AS dan Israel disebut melancarkan serangkaian serangan terhadap target di Iran pada Sabtu (28/2/2026). Serangan itu memicu ledakan di ibu kota Teheran dan meningkatkan ketegangan di kawasan. Disebutkan pula bahwa serangan tersebut merupakan tindak lanjut dari perencanaan bersama selama berbulan-bulan antara AS dan Israel.

Dalam rangkaian serangan itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas.

Merujuk situasi tersebut, Dian menyatakan pihak yang seharusnya mengambil inisiatif diplomasi adalah Presiden AS Donald Trump, yang disebutnya ikut memulai perang bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

“Yang mulai perang itu siapa ya? Kan Israel dan Amerika, bukan negaranya ya, tapi Trump sama Netanyahu. Kalau sekarang ditanyakan bagaimana kelanjutannya, loh yang mulai siapa? Mereka lah yang harus sadar,” kata Dian, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV, Selasa (10/3/2026).

Dian juga memperingatkan bahwa jika perang terus diteruskan, dampaknya akan merusak banyak pihak. Menurutnya, meski AS mungkin tidak hancur, negara-negara sekutunya berpotensi terdampak berat.

Ia menambahkan, dorongan diplomasi semestinya datang dari pihak AS dan juga dari negara-negara di kawasan Teluk Persia. Dian menyebut keterlibatan pihak-pihak tersebut dapat membuat konflik meluas, sementara masyarakat di negara-negara itu tidak selalu memahami sepenuhnya risiko yang dihadapi.

“Jadi mestinya Trump sendiri yang mengaca, sehingga mudah-mudahan ada obat yang membuat dia waras sehingga mulai menjajaki diplomasi. Diplomasi harus mulai dari sana bukan dari Iran,” ujarnya.

Di sisi lain, Trump menyatakan bahwa keputusan untuk mengakhiri perang AS–Israel melawan Iran akan diambil bersama dengan Netanyahu. Dalam wawancara dengan media Israel dan Amerika, Trump mengatakan ia terus berkonsultasi dengan Netanyahu dan menegaskan bahwa setiap keputusan untuk mengakhiri kampanye militer tersebut akan dilakukan melalui koordinasi dengan pemimpin Israel itu.