BERITA TERKINI
Dubes Rusia: Tetap Siap Pasok Minyak dan Gas ke Indonesia di Tengah Sanksi Uni Eropa

Dubes Rusia: Tetap Siap Pasok Minyak dan Gas ke Indonesia di Tengah Sanksi Uni Eropa

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov menegaskan Rusia tetap siap memasok minyak dan gas kepada negara mitra, termasuk Indonesia, sesuai perjanjian yang telah disepakati, meskipun menghadapi sanksi dari Uni Eropa.

Pernyataan itu disampaikan Tolchenov di Jakarta, Senin malam, usai pemutaran film “Russia’s History in Space”, saat menanggapi pertanyaan mengenai ekspor minyak Rusia ke Indonesia serta sanksi baru Uni Eropa.

“Kami siap memasok minyak dan gas kepada teman-teman kami, dan Indonesia adalah salah satu teman dan mitra strategis kami. Jadi, kami mengikuti perjanjian-perjanjian ini,” kata Tolchenov.

Ia juga menyebutkan bahwa saat Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia berdiskusi dengan mitra di Moskow, sejumlah kesepakatan telah dicapai. Menurutnya, tahap berikutnya adalah melihat cara implementasi kesepakatan tersebut.

Terkait sanksi Uni Eropa, Tolchenov menyatakan Rusia tidak melihatnya sebagai masalah dan menambahkan bahwa Rusia tetap dalam kondisi baik meski telah menghadapi sanksi dari Uni Eropa selama lebih dari 10 tahun. Ia juga menyebut sanksi Uni Eropa sebagai ilegal, seraya menyatakan bahwa hanya Dewan Keamanan PBB yang dapat menerapkan sanksi terhadap negara berdaulat.

Uni Eropa pada 23 April mengumumkan paket sanksi baru terhadap Rusia yang mencakup 36 daftar baru di sektor energi, termasuk kegiatan hulu dan hilir seperti eksplorasi, ekstraksi, penyulingan, dan transportasi. Dua pelabuhan Rusia di Murmansk dan Tuapse serta Terminal Minyak Karimun di Indonesia turut masuk dalam daftar karena dinilai terkait penghindaran sanksi.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI pada 30 April menyatakan prioritas pemerintah adalah memastikan keamanan energi bagi masyarakat Indonesia dengan bekerja sama dengan berbagai mitra, termasuk Amerika Serikat dan Rusia. “Di tengah kondisi geopolitik yang sangat dinamis saat ini, kita perlu mengamankan ketahanan energi sebagai kepentingan nasional yang sangat mendesak dan kita bekerja sama dengan berbagai mitra, termasuk Amerika Serikat dan Rusia,” kata juru bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela.

Senada, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada 2 Mei menyatakan minyak mentah dari Rusia yang segera masuk ke Indonesia merupakan bagian dari upaya menjaga ketahanan pasokan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global. Ia menyebut langkah tersebut juga menjadi bagian dari realisasi komitmen impor minyak sebesar 150 juta barel dari Rusia yang akan dilakukan secara bertahap hingga akhir 2026.