BERITA TERKINI
Dubes Rusia di AS Minta Washington Tolak Rencana Jerman Bangun Militer Terkuat di Eropa

Dubes Rusia di AS Minta Washington Tolak Rencana Jerman Bangun Militer Terkuat di Eropa

Washington — Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat Alexander Darchiev mendesak Washington menolak rencana Jerman untuk membangun angkatan darat terkuat di Eropa. Ia menyebut rencana tersebut berbahaya dan perlu ditentang bersama.

“Rencana berbahaya yang harus ditentang bersama oleh Rusia, AS, dan orang-orang yang beriktikad baik di planet kecil kita yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan pada umumnya,” kata Darchiev.

Pernyataan itu disampaikan Darchiev dalam sebuah acara di Kedutaan Besar Rusia yang digelar untuk memperingati Hari Kemenangan dalam perang melawan Nazi Jerman.

Darchiev menilai para politikus Jerman saat ini tengah merancang langkah untuk “Bergerak ke Timur” serta membentuk tentara terkuat di Eropa, alih-alih “bertaubat untuk seterusnya,” menurut pernyataannya.

Dalam kesempatan itu, Darchiev juga menyinggung bahwa di Rusia, penyangkalan genosida terhadap rakyat Soviet telah dikriminalisasi. Ia mengatakan penyangkalan atas genosida yang dilakukan Nazi di wilayah pendudukan Uni Soviet kini terjadi di Eropa, terutama di negara yang ia sebut sebagai asal Perang Dunia II. Menurutnya, pada 19 April, penyangkalan tersebut dinyatakan sebagai kejahatan di Rusia melalui putusan pengadilan.

Darchiev menyatakan Tentara Merah atau Tentara Soviet meraih kemenangan besar yang, menurutnya, menyelamatkan umat manusia dari perbudakan dan pemusnahan oleh Poros Jerman-Jepang. Ia menambahkan, kemenangan itu dicapai dengan korban besar, yakni 27 juta warga Soviet, termasuk 17 juta warga sipil.

Ia juga merujuk pada pernyataan bersama Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump pada 2020 yang menyebut perjuangan melawan musuh bersama sebagai puncak dan contoh nyata kemitraan Rusia-Amerika. Darchiev menambahkan bahwa pertemuan prajurit Tentara Merah dan Tentara AS di Sungai Elbe pada 25 April 1945 akan selalu menjadi simbol dari kerja sama tersebut.

Sebelumnya pada April, Jerman untuk pertama kalinya dalam sejarahnya secara resmi menyetujui sebuah strategi militer. Dokumen itu menetapkan tujuan untuk menciptakan angkatan darat terkuat di Eropa pada 2039, serta mendefinisikan Rusia sebagai “ancaman utama.”