Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Robert Joppy Kardinal memaparkan praktik diplomasi parlemen yang dijalankan DPR RI di kawasan Pasifik melalui Indonesia Pacific Parliamentary Partnership (IPPP). Forum tersebut diinisiasi sejak 2018 sebagai wadah komunikasi dan kemitraan antarlembaga legislatif di kawasan.
Robert menyebut, melalui IPPP parlemen Indonesia telah dua kali menggelar pertemuan dengan 16 negara di kawasan Pasifik. Ia menyampaikan hal itu dalam keterangan pers pada Rabu, 11 Februari 2026.
Menurut Robert, komunikasi yang konsisten lewat IPPP dapat berkontribusi pada perubahan sikap sejumlah negara di Pasifik. Ia menilai penguatan dukungan terhadap posisi Indonesia dapat berjalan seiring dengan diplomasi pemerintah.
Robert juga menyinggung isu yang sempat mengemuka di kawasan Pasifik terkait segregasi Papua. Ia menyampaikan bahwa beberapa tahun lalu sejumlah negara Pasifik sempat menyatakan dukungan terhadap Papua merdeka, yang diduga muncul karena informasi yang mereka terima belum utuh. Situasi tersebut kemudian memengaruhi pernyataan politik yang disampaikan dan menjadi perhatian dalam komunikasi antarlembaga legislatif.
Dalam konteks itu, Indonesia memanfaatkan pertemuan pertama IPPP sebagai ruang klarifikasi sekaligus ajang dialog terbuka antara parlemen Indonesia dan parlemen negara-negara Pasifik. Komunikasi langsung dinilai efektif meredam kesalahpahaman karena pihak parlemen negara-negara Pasifik dapat memperoleh gambaran yang lebih lengkap, sehingga dukungan terhadap kedaulatan Indonesia dapat diperkuat.

