Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Ravindra Airlangga menekankan pentingnya penguatan kemitraan Indonesia dan Uni Eropa, terutama melalui peran diplomasi parlemen. Menurutnya, penguatan hubungan ini dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia sekaligus mendorong investasi berkelanjutan yang saling menguntungkan.
Pernyataan tersebut disampaikan Ravindra pada Jumat (13/2). Ia menyoroti urgensi memperkuat kemitraan melalui Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) sebagai salah satu instrumen utama dalam memperdalam kerja sama kedua pihak.
Ravindra menilai penguatan kemitraan tidak hanya bergantung pada jalur eksekutif. Ia menegaskan diplomasi parlemen menjadi pilar penting karena menyediakan ruang dialog konstruktif untuk membahas berbagai isu lintas kawasan, memperdalam saling pengertian, serta memperkuat kerja sama konkret yang berdampak bagi masyarakat.
Dalam konteks yang lebih luas, kemitraan Indonesia dan Uni Eropa tidak hanya bersifat bilateral, tetapi juga terkait dengan hubungan strategis Uni Eropa bersama ASEAN. Ravindra menyebut Indonesia memiliki posisi sebagai mitra strategis Uni Eropa di kawasan Asia Tenggara dan dalam kerangka ASEAN.
Ravindra juga menyoroti IEU-CEPA sebagai capaian penting dalam hubungan Indonesia-Uni Eropa. Ia menyebut kesepakatan tersebut dicapai pada 13 Juli 2025 setelah negosiasi yang berlangsung hampir satu dekade, dan menandai fase baru kemitraan yang lebih komprehensif serta strategis.
Dari sisi ekonomi, ia menggarisbawahi bahwa Uni Eropa secara konsisten menjadi salah satu mitra dagang utama Indonesia. Data yang disampaikan menunjukkan nilai perdagangan bilateral Indonesia-Uni Eropa pada 2024 mencapai sekitar 30,1 miliar dolar AS, dengan surplus perdagangan Indonesia sekitar 4,5 miliar dolar AS, meningkat dibanding tahun sebelumnya. Angka ini dinilai mencerminkan potensi ekonomi yang dapat terus dikembangkan melalui kemitraan yang solid.
Selain ekonomi, Ravindra menilai kerja sama Indonesia-Uni Eropa juga memiliki dimensi geopolitik dan keamanan, terutama terkait kepentingan bersama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan sebagai fondasi pertumbuhan dan kemakmuran.
Ia menyebut Uni Eropa menunjukkan komitmen melalui dukungan terhadap ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) dan keterlibatan dalam berbagai kerangka kerja sama ASEAN. Keterlibatan tersebut dinilai berperan dalam membangun kepercayaan serta menjaga stabilitas Indo-Pasifik secara berkelanjutan.
Ravindra menegaskan kembali bahwa diplomasi parlemen memiliki peran strategis untuk memperkuat hubungan Indonesia-Uni Eropa dan mendorong kesinambungan kemitraan jangka panjang. Menurutnya, hubungan antarparlemen menyediakan platform unik untuk dialog lintas isu, memperdalam pemahaman bersama, dan memfasilitasi kerja sama konkret yang bermanfaat bagi masyarakat di kedua kawasan.

