BERITA TERKINI
ASEAN Perkuat Koordinasi Ekonomi di Tengah Dampak Konflik Timur Tengah

ASEAN Perkuat Koordinasi Ekonomi di Tengah Dampak Konflik Timur Tengah

Cebu, Filipina—Negara-negara ASEAN terus memperkuat koordinasi ekonomi kawasan untuk menjaga stabilitas regional di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global serta dampak konflik di Timur Tengah.

Menteri Perdagangan dan Industri Filipina Cristina Roque mengatakan para menteri yang tergabung dalam Dewan Komunitas Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community Council) membahas langkah-langkah lanjutan agar kawasan tetap terbuka dan stabil di bawah tekanan global saat ini.

Pernyataan itu disampaikan Roque dalam pertemuan ke-27 ASEAN Economic Community (AEC) Council Meeting di Cebu, Kamis, 7 Mei 2026. Ia menyebut pembahasan berlanjut setelah digelarnya pertemuan khusus virtual Dewan AEC yang menyoroti perkembangan konflik di Timur Tengah.

“Apa yang kita lakukan di sini penting. Pertemuan ini bukan sekadar pertukaran pandangan, tetapi menjadi tempat untuk menyelaraskan posisi, mempertajam prioritas, dan memastikan setiap isu siap diputuskan,” ujar Roque, dikutip dari siaran pers ASEAN Filipina 2026.

Roque menambahkan, ASEAN selama ini bekerja melalui langkah-langkah bertahap dan terukur untuk menghasilkan keputusan konkret bagi kawasan. Ia juga menyoroti dampak perkembangan global terhadap ekonomi negara-negara ASEAN, terutama terkait kenaikan harga energi dan gangguan rantai pasok yang masih memengaruhi masyarakat serta aktivitas ekonomi regional.

“Kami berada di sini bukan hanya untuk merespons tekanan tersebut, tetapi juga memastikan kawasan tetap terbuka, stabil, dan terus bergerak maju,” katanya.

Dalam rangkaian KTT ASEAN yang berlangsung Jumat, 8 Mei 2026, para pemimpin negara anggota dijadwalkan mengeluarkan pernyataan bersama mengenai respons kawasan terhadap krisis di Timur Tengah. Pernyataan tersebut direncanakan memuat langkah kolektif untuk memperkuat ketahanan energi, menjaga stabilitas pasar, meningkatkan ketahanan finansial, serta memperkuat stabilitas makroekonomi kawasan.

Selain itu, ASEAN juga disebut akan memperkuat perlindungan terhadap ketahanan pangan dan rantai pasok sektor pertanian, termasuk meningkatkan koordinasi bantuan kemanusiaan guna menghadapi dampak krisis.

Di luar penanganan tantangan global saat ini, Roque menegaskan ASEAN tetap melanjutkan agenda prioritas ekonomi Filipina sebagai ketua ASEAN 2026, termasuk penyelesaian ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA). ASEAN juga mulai menyusun langkah konkret untuk merealisasikan ASEAN Community Vision 2045.

“Semua agenda ini bukan jalur yang terpisah, melainkan bagian dari upaya bersama untuk memastikan ASEAN tetap tangguh, kompetitif, dan relevan di tengah perubahan global,” ujar Roque.