BERITA TERKINI
Abdullah Puteh Minta Diplomasi Diperkuat untuk Lindungi WNI di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Abdullah Puteh Minta Diplomasi Diperkuat untuk Lindungi WNI di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran di kawasan Timur Tengah menjadi perhatian Pemerintah serta sejumlah organisasi kemasyarakatan di Indonesia. Pemerintah menyatakan terus memantau situasi dan menyiapkan langkah antisipatif untuk menjamin keselamatan warga negara Indonesia, termasuk pekerja migran.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengatakan kementeriannya melakukan pemantauan perkembangan geopolitik di Timur Tengah untuk memastikan perlindungan dan pelayanan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) tetap terjaga. Ia menyebut pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif, mulai dari pemantauan situasi hingga kesiapsiagaan evakuasi apabila diperlukan.

“Kementerian P2MI terus melakukan pemantauan perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Pemantauan dilakukan guna memastikan perlindungan dan pelayanan bagi pekerja migran Indonesia di kawasan tersebut tetap terjaga,” kata Mukhtarudin dalam keterangan pers.

Mukhtarudin menegaskan keselamatan dan pelindungan PMI menjadi prioritas utama pemerintah. Kementerian P2MI, lanjut dia, akan menyesuaikan langkah-langkah yang diperlukan seiring perkembangan situasi di kawasan tersebut agar para pekerja migran Indonesia tetap memperoleh perlindungan maksimal.

Secara terpisah, Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN-KAHMI) Abdullah Puteh menilai konflik yang berkembang berpotensi memicu instabilitas global dan berdampak pada kepentingan Indonesia, terutama terkait keselamatan pekerja dan WNI di Timur Tengah.

Abdullah Puteh menekankan pentingnya penguatan diplomasi, kesiapsiagaan pemerintah, serta penetapan prioritas perlindungan WNI di tengah dinamika geopolitik yang dinilainya tidak menentu. Ia mengingatkan adanya potensi risiko, seperti pembatasan mobilitas, gangguan keamanan, hingga kemungkinan evakuasi yang perlu diantisipasi secara serius.

“Dalam situasi geopolitik yang tidak menentu, potensi risiko seperti pembatasan mobilitas, gangguan keamanan hingga kemungkinan evakuasi harus diantisipasi secara serius oleh Pemerintah,” ujarnya.

MN-KAHMI berpandangan kepentingan nasional dan perlindungan WNI harus menjadi prioritas utama. Karena itu, Indonesia dinilai perlu memantau perkembangan konflik secara cermat, memperkuat koordinasi diplomatik dengan negara-negara di kawasan, serta menyiapkan langkah kontingensi antisipatif untuk memastikan keamanan dan keselamatan seluruh WNI di Timur Tengah.

Selain itu, Abdullah Puteh juga menyoroti pentingnya menjaga situasi kondusif di dalam negeri. “Dari sisi sosial-politik, KAHMI memandang penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk menjaga suasana kondusif di dalam negeri,” kata mantan Gubernur Aceh tersebut.

Dalam laporan yang sama, disebutkan pembahasan mengenai keselamatan pekerja migran turut dilanjutkan melalui wawancara dengan Abdullah Puteh.